Berita Terkini

Masalah Logistik Pemilu Mulai Dipetakan

SERANG - Manajemen logistik untuk kebutuhan pemilu dan pemilihan 2024 harus dilakukan secara cermat agar pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS berlangsung sesuai prosedur. Temuan saat Pemilu 2019 seperti kekurangan surat suara, kesalahan pengesetan formulir, hingga tidak representatifnya tempat penyimpanan di tingkat PPK, harus diantisipasi sedari sekarang. Demikian butir kajian tematik KPU Kota Serang, Selasa 30 November 2021, bertajuk “Tata Kelola Logistik Pemilu”, yang berlangsung di RPP Ki Mas Jong. Kajian dipantik oleh Kasubag Keuangan Umum dan Logistik Tomi Irawan dihadiri oleh komisioner, sekretaris, dan para staf pelaksana. “Pengesetan perlengkapan TPS dan formulir dilakukan oleh KPU dibantu oleh PPK dan PPS. Sementara untuk sortir dan lipat surat suara dilakukan swakelola melibatkan warga. Hasilnya ditemukan ada TPS yang kekurangan surat suara dalam jumlah banyak. Sementara pengesetan formulir Model C dan D itu pengadaannya dilakukan oleh KPU provinsi. Saat kami hitung kembali, ternyata jumlahnya kurang. Solusinya kami foto copy dengan biaya sendiri dan itu jumlah rupiahnya lumayan besar,” kata Tomi. Sekretaris KPU Kota Serang Hendro Sulistyo menuturkan, ke depan perlu dilakukan bimbingan teknis secara spesifik tentang logistik yang melibatkan KPU, PPK, dan PPS. Ini menjadi penting agar terjadi pemahaman tentang peruntukan setiap item logistik. Selama ini, staf KPU langsung memberikan pengarahan kepada petugas logistik di gudang. Walhasil, pemahaman petugas tidak optimal. “Bisa saja ke depan kita berdayakan jasa tenaga profesional untuk sortir dan lipat suara. Hasilnya pasti lebih rapih dan cepat. Ketimbang dilakukan swakelola tanpa pengawasan memadai, yang terjadi justru salah pengitungan kebutuhan per TPS,” kata Hendro. Plh Ketua KPU Kota Serang Fierly Murdlyat Mabrurri menegaskan, setiap pegawai di KPU harus memiliki pemahaman dasar soal logistik. Misalkan tentang formulir. Model A diperuntukkan bagi daftar pemilih; Model B untuk pencalonan; Model C untuk penghitungan suara di TPS; dan Model D untuk rekapitulasi berjenjang. Baru kemudian secara detail mengetahui jumlah lembar dan eksemplar dari setiap formulir dimaksud. Pemahaman ini penting agar tidak terjadi missed saat pengesetan dan distribusi ke PPK. “Prinsip tata kelola logistik pemilu itu harus tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas, serta efesien. Dan itu berlaku di semua tingkatan. Karena pengadaan setiap item logistik pemilu itu berbeda. Mana yang diadakan oleh KPU RI, mana oleh KPU provinsi. Sementara KPU kabupaten/kota hanya bertugas mengadakan perlengkapan di TPS, seperti pulpen, tali, lem, tanda pengenal KPPS, dan lainnya. Kesinambungan menjadi penting. Manakala misalkan distribusi surat suara dari KPU RI terlambat datang ke daerah, maka pasti akan berdampak terhadap tahapan berikutnya,” kata Fierly, yang hadir bersama Anggota KPU Kota Serang M. Fahmi Musyafa dan Nanas Nasihudin. Kajian tematik yang berlangsung kurang lebih 90 menit itu adalah agenda rutin KPU Kota Serang setiap hari Selasa. Para Kasubag, Sekretaris, dan pelaksana nantinya akan memandu jalannya kajian dengan tema tertentu. (fmm)

KPU Kota Serang Lakukan Pelatihan Jurnalistik

SERANG - Pelatihan jurnalistik yang diikuti oleh seluruh pegawai instansi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang di Rumah Pintar Pemilu (RPP) Ki Mas Jong pada Kamis, 18 November 2021. Kegiatan yang diselenggarakan Pukul 14.00 sampai 16.00 diisi oleh Anggota KPU Kota Serang Div. Teknis Penyelenggara Pemilu, Fierly Murdlyat Mabrurri. Pelatihan yang bertemakan “Menulis Berita” menjadi perhatian instansi untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam minat kepenulisan jurnalistik. Dalam pelatihan disampaikan trik dasar dalam menulis sebuah berita. Di antaranya, penulisan judul berita hendaknya terdiri dari 5-7 kata saja. Selain itu, setiap kalimat baiknya mengandung maksimal 15 kata. Tetapi yang paling utama ketika menulis yakni minat dan kemauan, “Menulis itu semua bisa, tetapi yang penting untuk jadinya sebuah tulisan yakni kemauan yang kuat,” ujar Fierly. Setelah kemauan dimiliki, barulah trik dasar turut berpengaruh penting dalam tersampaikannya informasi yang ditulis dalam berita. Sekalipun berita harus bersifat informatif juga dalam penulisan diharapkan tidak membuat lelah bagi pembacanya. Maka dari itu, setelah menyelesaikan kewajiban sebagai penulis baiknya memposisikan diri kembali menjadi seorang pembaca. Fierly menambahkan, penulis yang baik sebenarnya adalah pembaca yang baik pula. Kegiatan pelatihan juga diselingi dengan kuis cepat yakni peserta diminta menuliskan berita dari video pilihan yang diputar melalui video youtube. Selama 15 menit, peserta mampu menuliskan intisari dari pemutaran video ke dalam tulisan 2 paragraf. Di akhir pelatihan, pemateri mengakui bahwa pada dasarnya siapapun mampu menuangkan ide ke dalam tulisan pendek. Utamanya, menulis bukan hanya berdasarkan kemampuan saja tetapi kemauan yang mendasari seseorang dalam menuangkan ide pikiran menjadi sebuah tulisan. Pelatihan jurnalistik dilakukan secara rutin pada Kamis setiap minggunya, yang diisi oleh narasumber pilihan dan menguasai bidang kepenulisan. Diharapkan capaian dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM lembaga KPU Kota Serang di bidang jurnalistik atau kepenulisan. Sebagai bentuk kepedulian lembaga KPU yang kredibel, jujur dan berintegritas. (eli murtiana)

Pegawai KPU Ikuti Pelatihan Jurnalistik

SERANG - Dalam rangka memperkaya ilmu jurnalistik seluruh staf KPU Kota Serang dilatih menulis berita yang dikemas dalam acara Pelatihan Jurnalistik dengant tema ”Menggali Ide Berita”  bertempat di Rumah Pintar Pemilu RPP Ki Mas Jong KPU Kota Serang, kamis (11/11). Dalam kesempatan ini Ketua KPU Kota Serang  Ade Jahran bertindak sebagai pemateri. Ade mengatakan, pelatihan jurnalistik sangat penting untuk mengasah kemampuan menulis bagi seluruh pegawai yang ada di KPU Kota Serang dan mampu dalam menginformasikan kegiatan ke publik dalam bentuk berita. Hal ini, kata Ade pelatihan jurnalistik sangat membantu lembaga KPU untuk mempublikasikan sejumlah kegiatan atau program kerja kepada masyarakat. Dengan begitu, kegiatan KPU Kota Serang bisa tersampaikan secara maksimal kepada publik. Untuk menghangatkan dan menghidupkan suasana di awal acara Ade memberikan permainan yang disebut “permainan telepati”. Cara bermain peserta menuliskan sejumlah angka yang mana akan diikuti oleh peserta lainya secara rahasia, singkat cerita Ade bisa menebak berapa angka yang dituliskan oleh peserta sehingga peserta tidak merasa jenuh pada pelatihan jurnalistik. Bisa disebut sebagai intermezzo. Ade mengungkapkan, modal awal dalam menulis yaitu adanya kemauan, motivasi,kemampuan, saran dan ide bagus yang bisa diasah dengah latihan, perbanyak diskusi dan membaca. Bahwa sebenarnya menulis itu hal yang mudah, semudah menulis surat cinta. Dijelaskan, penting dalam mengolah kata–kata. Puitis, perang, ilmiah dan lain sebagainya. Istilah, data, wawasan dan pengalaman adalah sebagian dari seni menulis. Dan pada prinsipnya menulis harus memiliki unsur 5W dan 1H yang terdiri dari what, where, when,who, why dan how. Lalu darimana kita bias memulai untuk menulis?, sebenarnya darimana saja boleh ungkap Ade, yang sekiranya dianggap mudah, tuliskan apa saja yang ada dibenak atau yang dirasakan, urusan benar atau salah itu urusan nanti. Tetapi ada beberapa poin yang harus diperhatikan oleh penulis contohnya pembuka bisa berupa kutipan, pertanyaan dan lain – lain. Poin berikutnya tubuh tulisan yaitu isi atau rencana tulisan yang akan dibahas, kemudian pembahasan dan yang terakhir kesimpulan/saran lalu penutup untuk memberikan saran dan solusi. Tulisan yang akan dimuat dimedia secara kedekatan/proximity, update/peristiwa terbaru, menarik, memberi manfaat bagi orang banyak, momen tertentu dan menambah wawasan. Darimana saja ide tulisan itu muncul? contohnya tempat yang sunyi, kamar mandi, fenomena alam, kesenjangan sosial, suatu kegiatan dan lain sebagainya. Selain untuk meningkatkan kualitas SDM di KPU Kota Serang, kegiatan bertujuan melawan isu hoaks yang kerap sering ditujukan kepada KPU pada saat pelaksanaan tahapan pemilu atau pemilihan. Pelatihan jurnalistik akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tema dan pemateri yang berbeda. Kegiatan pelatihan jurnalistik ini sangat penting untuk seluruh staf KPU Kota Serang karena dalam bekerja sehari – hari selalu bersentuhan dengan tulisan. Tentu beda penulisan ilmiah dan jurnalistik.  Maka diperlukan skill kemampuan khusus menulis dalam website dan news letter.Meskipun dianggap sudah bisa secara otodidak, namun akan jauh lebih baik jika ditambah dengan pengetahuan dan skill yang didapatkan dari para narasumber yang ahli di bidangnya. Harapannya, dengan berbagi pengetahuan dari ahlinya, maka pengetahuan yang didapat bisa diterapkan dengan baik. (ids)

Surat Cinta Dari KPU Kota Serang

Surat Cinta Dari KPU Kota Serang Kota Serang- Komisi Pemilihan Umum Kota Serang melaksanakan pelatihan jurnalistik dengan tema “Menggali Ide Berita” di Rumah Pintar Pemilu Ki Mas Jong, Kamis, 11 November 2021. Pada kegiatan tersebut ketua KPU Kota Serang Ade Jahran didaulat sebagai pemateri pertama dengan judul materi cara mudah menulis di era milenial. Diawal materi, Ade mengungkapkan betapa mudahnya untuk memulai suatu tulisan yang berdasarkan atas pengalaman pribadinya. “menulis itu mudah, semudah menulis surat cinta” Ujarnya. Pernyataan tersebut langsung disambut dengan tawa dan tepuk tangan para peserta pelatihan yang hadir. Secara teknis menulis membutuhkan keinginan yang kuat disertai dengan pemahaman atas realitas yang ada. Realitas tersebut yang kemudian dituliskan dengan memenuhi unsur 5 W 1 H (What, Where, When, Who, Why dan How).  “Realitas tersebut dapat digali dari sebuah fenomena alam, kesenjangan sosial, suatu kegiatan yang kemudian dikombinasikan dengan banyak membaca dan diskusi dengan orang yang kompeten  dibidangnya” Ujar Ade. Diakhir pelatihan Ade juga mengajak dan memberi motivasi kepada peserta pelatihan untuk terus berlatih menulis dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas diri dan nantinya juga akan berguna bagi lembaga KPU Kota Serang. “Ayo semua coba menulis ! Menulis apapun boleh dari kegiatan ini saja, kalau tulisannya bagus akan diberikan hadiah khusus dari saya” Sahutnya di akhir pelatihan.  Kegiatan pelatihan jurnalistik ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan 6 (enam) tema yang berbeda dan diikuti oleh seluruh pimpinan dan staff KPU Kota Serang. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memberikan bekal keterampilan bagi para peserta dalam menghadapi tahapan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. (jm)

KPU Kota Serang Tangkal Hoaks

Serang - Hoaks merupakan ancaman bagi proses demokrasi di Indonesia. Berkaca pada pemilu serentak tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum merupakan lembaga yang sering ditimpa oleh hoaks. Misalnya, Ada 7 (tujuh) kontainer surat suara tercoblos di pelabuhan Tanjung Priok, orang gila ikut mencoblos, polling palsu mengatasnamakan KPU, merupakan beberapa serangan hoaks kepada KPU yang berupaya untuk mendelegitimasi hasil pemilihan umum. Peristiwa tersebut yang kemudian menjadi latar belakang dilaksanakannya pelatihan jurnalistik di KPU Kota Serang. Ditemui disela-sela kesibukannya, Ketua KPU Kota Serang Ade Jahran mengungkapkan pentingnya antisipasi jika peristiwa tersebut berulang pada pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. “Kita harus mampu melawan hoaks-hoaks tersebut dengan strategi yang terukur. Hal pertama harus dilakukan adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di KPU Kota Serang dan salah satunya dengan kegiatan pelatihan jurnalistik ini”, ujarnya. Anggota KPU Kota Serang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Fahmi Musyafa mengatakan, pelatihan jurnalistik ini akan berlangsung selama sebulan dengan 6 (enam) tema yang berbeda. Pemateri akan diisi oleh Komisioner dan staf sekretariat KPU Kota Serang. “Kita akan buat pelatihan ini secara menyenangkan dan tentunya dengan output yang dapat dicapai oleh peserta disetiap materinya” ujar Fahmi. Ke-enam tema pelatihan jurnalistik ini diantaranya adalah menggali ide berita, menulis berita, tips menulis, public speaking, teknik pembuatan video dan infografis penyajian data, serta pembuatan poster dengan corel draw. Tema pertama “Menggali Ide Berita” akan dibahas oleh Ketua KPU Kota Serang Ade Jahran pada hari Kamis, 11 November 2021 di Rumah Pintar Pemilu Ki Mas Jong. (jm)

KPU Kota Serang menetapkan jumlah Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) sebanyak 470.815 pemilih.

Berdasarkan amanat undang-undang nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dan Surat Edaran nomor 366 perihal Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan tahun 2021. Dari jumlah DPB yang ditetapkan itu tercatat ada sebanyak 237.979 berjenis kelamin laki-laki dan 232.836 perempuan, dengan rincian DPB periode Oktober sebanyak 470.815 pemilih. Divisi Data dan Informasi KPU Kota Serang Nanas Nasihudin mengatakan, hasil rapat koordinasi internal penetapan rekapitulasi DPB periode Oktober 2021 terdapat pemilih baru sebanyak 1.117 orang dan pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) 472 orang. “Data TMS tersebut terdiri dari warga yang meninggal dunia sebanyak 158 pemilih, Pindah Domisili 234 Pemilih, TNI 6 Pemilih dan Polri 70 Pemilih, laporan tersebut  yang bersumber dari Tanggapan masyarakat dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Serang. Sedangkan, ada 4 pemilih yang Ganda hasil dari analisa Aplikasi SIDALIH Berkelanjutan. Momen seperti ini KPU memutakhirkan Data untuk persipan Pemilu dan Pemilihan yang akan datang sehingga Data tersebut bertujuan agar data pemilih mutakhir, akurat dan berkualitas. Dengan demikian, ada penambahan pemilih sebanyak 645 pemilih dibanding bulan sebelumnya. “Masyarakat dapat melaporkan langsung dengan mengakses Aplikasi “SIAPEM” dengan unduh di Playstore HP dan bisa datang langsung ke Kantor KPU Kota Serang di alamat Jln. Kh Abdul Fatah Hasan No 247 Sumur Pecung Serang atau Contac WhatsApp di nomor 0878 0105 9717. Sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam melaporkan Data Pemilih tersebut. (RYN)